Cerita Kematian Lovebird Kusumo yang Bikin Kicau Mania Berduka

Jakarta – Legenda bernama Lovebird Kusumo itu kini tak ada lagi. Kematian burung betina itu tidak hanya membuat sedih pemiliknya, tapi juga komunitas pencinta burung.

Kusumo adalah burung lovebird yang sudah 7 tahun dipelihara oleh Sigit Marwanta atau Sigit Wmp. Awalnya dibeli di pasar, Kusumo jadi legenda di kalangan kicau mania karena langganan juara dalam ratusan perlombaan.

Kematian Lovebird Kusumo diumumkan Sigit lewat video live YouTube pada Kamis (22/11/2018). Sigit mengatakan Kusumo sudah mati pada Senin (19/11) yang lalu.

“Kusumo pamitan ke saya waktu itu untuk tidak bisa menemani saya lagi dan kru dalam meramaikan dunia lovebird. Kusumo meninggal sekitar jam 01.43 tanggal 19 November 2018,” kata Sigit.

Baca juga: Cara Merawat Burung Lovebird

Lewat video itu, Sigit juga mengungkapkan keikhlasannya melepas Kusumo. Video itu lalu dibanjiri komentar pencinta burung lain yang kehilangan Lovebird Kusumo.

Saat dihubungi, Sigit menceritakan detik-detik kematian Kusumo. Saat itu, burung tersebut baru selesai dimandikan dan berada dalam sangkarnya.

“Malam itu aku pulang. Dia kubawa ke sampingku, habis mandi kan. Duduk santai di pendopo. Dia pingin ke luar sangkar, tahu-tahu kayak pingin mendekat. Kupegang, lemas, kukira tidur. Tahunya bablas,” kisah Sigit, Jumat (23/11).

Baca juga: Cara Merawat Burung

Sigit mengatakan Kusumo sudah hampir 400 kali menang lomba tingkat nasional, sedangkan untuk gelar juara II sudah tidak bisa dihitung lagi olehnya. Prestasi cemerlang itu membuat harga Lovebird Kusumo selangit, bahkan ditawar hingga Rp 2 miliar.

“Iya (Rp 2 miliar). Bentuknya berupa Alphard, Rubicon, tambah Rp 300 juta. Tapi nggaklah, jangan. Pertama, karena kedekatan, yang ngasih nama kan anakku juga. Kalau kata anakku nggak boleh, ya nggak dilepas. Temanku juga bilang ini buat ikon. Ya sudah sampai kapan pun nggak kulepas,” ucapnya.

Siapa yang menawar Lovebird Kusumo hingga miliaran rupiah? Sigit menutup rapat-rapat identitasnya.

“Istilahnya beliau tinggal cari hiburan. Anak-anaknya sudah sukses semua. Nggak mau dirilis juga,” ujar Sigit.

Langganan juara dan harganya selangit, Kusumo dikenal punya keistimewaan. Dia sanggup ‘ngekek’ dengan durasi yang lama.

“Durasinya 258 detik sekali ngekek, sampai 4 menitan. Awalnya saya juga nggak percaya, ternyata pas dibuktikan bisa,” kata Sigit.

Kini, prestasi-prestasi Kusumo itu tinggal cerita. Sigit pun tidak menyesal pernah menolak tawaran Rp 2 miliar dulu.

“Nggak ada rasa menyesal. Nggak ada sama sekali,” ucapnya.

“Saya sudah ikhlas,” tutup Sigit.

Sumber: news.detik.com